Sunday, July 19, 2009

Victor Serebriakoff


Ada seorang anak bernama Victor Serebriakoff. Pada usia 15 tahun gurunya mengatakan bahwa ia tidak akan dapat menyelesaikan sekolah dan sebaiknya berhenti sekolah dan belajar ketrampilan. Victor menerima nasehat itu dan selama 17 tahun berikutnya dia menjadi pengembara yang melakukan pekerjaan serabutan. Dia diberitahu bahwa dia orang “tolol” dan selama itu pula dia bertindak sebagai orang tolol. Pada usia 32 tahun, ia menjalani test psikologi dan ternyata ia seorang jenius dengan IQ 161. Sejak itu ia bertindak sebagai orang jenius. Dia mulai menulis buku, mendapatkan sejumlah hak paten dan menjadi usahawan sukses. Dia juga kemudian terpilih menjadi ketua “International Mensa Society” yaitu perhimpunan yang syarat untuk menjadi anggotanya ialah memiliki IQ minimal 140.

Apa yang merupakan moment perubahan radikal dalam diri Victor? Kesadaran bahwa dia bukan seorang pecundang tolol, tapi dia memiliki potensi yang sangat besar yang harus dikobarkan. Ketika dia melihat dirinya sedemikian dan hidup sebagai orang besar, maka keberhasilan Tuhan berikan kepadanya. Seperti Victor, Anda pun harus menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana besar dalam hidup Anda. Dia ingin Anda mengalami kehidupan yang berhasil dan penuh mujizat. Allah itu tidak terbatas. Tapi kitalah yang seringkali membatasi kuasa-Nya dengan pikiran kita yang terbatas dan hati kita yang sempit. Nah, karena Allah tidak bisa memberkati orang yang kapasitas hatinya sempit, maka kita harus merubah pola pikir kita dan menyelaraskannya dengan pola pikir Allah (Rm. 12:2). Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.” (Yoh. 14:12). Itu berarti Tuhan ingin agar kita hidup di atas rata-rata.

Untuk mencapai hal itu kita harus membuang roh mediokritas, merasa puas dengan hasil lumayan. Banyak orang ketika ditanya, “Apakah Anda bahagia dengan hidupmu? Apakah Anda sudah meraih sukses dalam karirmu?” Maka jawabannya adalah, “Lumayan”. Mengapa kita puas dengan nilai C atau B bila kita bisa meraih A? Mengapa kita puas dengan hasil yang lumayan, bahkan hasil yang baik, padahal kita bisa meraih yang terbaik? Proklamator Indonesia, Ir. Sukarno pernah berkata, “Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit”. Milikilah impian yang tinggi, miliki keinginan yang kuat untuk hidup di atas rata-rata.

Orang yang punya spirit of mediocrity cirinya: suam-suam kuku, setengah-setengah, rata-rata, asal-asalan, ahli cari alasan, kurang mau ambil resiko, tidak pro aktif, pasif. Sedangkan orang yang punya spirit of excellence melakukan sesuatu dengan segenap hati, segenap pikiran dan segenap kekuatan (Mat. 22:37). Orang yang hidup di atas rata-rata itu siap bertanggung jawab serta punya komitmen penuh untuk melakukan yang terbaik seperti untuk Tuhan.

Mulai hari ini bertekadlah untuk meraih yang terbaik. Miliki keuletan untuk mencapai hal itu dan andalkanlah kuasa Allah. Saya yakin jika Anda memiliki visi yang besar yang digabung dengan kekuatan doa, maka hasilnya: tidak terbatas!

by: Rubin Adi

No comments:

Post a Comment